Kementan kembali jalin kerjasama dengan 11 PTN

By Admin


nusakini.com - Kunci untuk meningkatkan daya saing dan inovasi sumber daya manusia (SDM) adalah pendidikan. Untuk itu pemerintah melakukan berbagai upaya salah satunya adalah pemberian kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur tugas belajar. 

Hal ini pun dilakukan oleh Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) c.q Pusat Pendidikan Pertanian membuka kesempatam bagi 300 ASN lingkup Kementan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 dan S3.

Jum'at, 1 Nopember 2019 bertempat di Swissbell Hotel Bali, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arshanti melakukan penandatangan perpanjangan naskah perjanjian kerjasama dengan 11 Perguruan Tinggi (PTN) mitra. PTN tersebut andalah Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanudin,Universitas Andalas,Universitas Padjajaran,Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Soedirman, Universitas Sumatera Utara, Universitas Sebelas Maret.

Kapusdik mengatakan adanya kesempatan tugas belajar ini hendaknya dapat dimanfaatkan oleh ASN yang ingin meningkatkan pengetahuan, pendidikan melalui pendidikan pasca sarjana baik program S2 maupu S3. Tentunya melalui proses penyaringan yang ketat mulai dari tes potensi akademik serta psikotes, jelas Idha.

Saat ini ada 315 ASN lingkup Kementan yang sedang melakukan tugas belajar baik S2 maupun S3. Upaya ini tentunya bukan tanpa kendala. Beberapa mahasiswa ada yang mampu menyelesaikan pendidikannya tepat waktu, namun ada juga yang menghadapi kendala hingga harus melakukan perpanjangan masa studi. 

"Publikasi menjadi 'momok', bagi persyaratan kelulusan bagi mahasiswa, padahal publikasi merupakan proses kegiatan penelitian untuk menunjukkan proses dari inovasi penelitian. Maka perlu dilakukan sosialisasi, waktu dan kerjasama yang baik agar proses penelitian hingga publikasi dapat berjalan baik. Selain itu komunikasi dengan dosen juga menjadi kunci keberhasilan proses tugas belajar. Kami mengharapkan kedepan penyebaran mahasiswa tidak fokus di pulau jawa mengingat di luar jawa banyak PTN yg berkualitas seperti Universitas Hasanudin, Universitas Andalas , Universitas Sumatera Utara", papar Idha.

Diakhir sambutannya, ia menyampaikan saran agar topik penelitian bisa disesuaikan dengan kondisi atau perkembangan program di kementerian sehingga dapat saran, masukan atau rekomendasi bagi para pengambil kebijakan di Kementan.

Hal ini pun diamini oleh Dekan/ Wakil dari 11 PTN mitra. Mereka sepakat untuk melakukan sinergi antara mahasiswa, pihak kampus dan Kementan agar proses tugas belajar dapat berjalan baik sehingga kelulusan dapat sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan. Sehingga pada akhirnya Kementan memiliki SDM yang unggul dan mampu berdaya saing untuk mengembangkan sektor pertanian. (Lely)